Pemrograman web diambil dari 2 suku kata yaitu
pemrograman dan web. Pemrograman yang dalam bahasa English adalah programming
dan diartikan proses, cara, perbuatan program (secara bahasa indonesia). Definisi Web :
jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan
teks dan grafik dan suara dan sumber daya animasi melalui protokol transferhypertext.
(http://www.artikata.com/arti-201588-web.php).
Orang banyak mengenal web dengan istilah WWW (world wide web), World Wide Web
adalah layanan internet yang paling populer saat ini internet mulai dikenal dan
digunakan secara luas setelah adanya layanan WWW . WWW adalah halaman-halaman
website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainnya (hyperlink) yang
membentuk samudra belantara informasi . WWW berjalan dengan protokol HyperText
Transfer Protokol (HTTP). Halaman Web merupakan file teks murni (plain text)
yang berisi sintaks-sintaks HTML yang dapat dibuka/ dilihat/ diterjemahkan
dengan Internet Browser . Sintaks HTML mampu memuat konten text, gambar, audio,
video dan animasi. Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web
sebagai standar interface pada lanyanan-layanan yang ada di internet, dari
awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi dari
email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi binsin
(commerce) (Betha Sidik,Ir, Pemrograman web dengan HTML, Informatika Bandung,
2005) Banyak keuntungan yang diberikan oleh Aplikasi berbasis Web dari pada
aplikasi berbasis destop, sehingga aplikasi berbasis web telah diadopsi oleh
perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya, karena beberapa
alasan :
Akses informasi mudah,
1.
Baris isi
Setup server lebih mudah
1.
Baris isi
Informasi mudah didistribusikan
1.
Baris isi
Bebas platform, informasi dapat di sajikan oleh browser web pada
sistem operasi mana saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat
disajikan
1.
Baris isi
[sunting]HTTP
HTTP (HyperTextTransfer Protocol) adalah
protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web(WWW).
Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat
dipergunakan berbagai macam tipe dokumen. Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh
Konsorsium World Wide Web(W3C) dan grup bekerja Internet Engineering Task
Force(IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang paling terkenal RFC 2616,
yang menjelaskan HTTP/1,1, versti HTTP yang digunakan umum sekarang ini. HTTP
adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara clientdan server. Sebuh client
HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan
TCP/IPke porttertentu di tuan rumah yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server
HTTP yang mendengarkan diport tersebut menunggu client mengirim kode permintaan
(request), seperti "GET / HTTP/1.1" (yang akan meminta halaman yang
sudah ditentukan), diikuti dengan pesan MIMEyang memiliki beberapa informasi kode
kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut dengan badan
dari data tertentu. Beberapa kepala (header) juga bebas ditulis atau tidak,
sementara lainnya (seperti tuan rumah) diperlukan oleh protokol HTTP/1,1.
Begitu menerima kode permintaan (dan pesan, bila ada), server mengirim kembali
kode jawaban, seperti "200 OK", dan sebuah pesan yang diminta, atau
sebuah pesan error atau pesan lainnya.
Sejarah Protokol HTTP pertama kali dipergunakan dalam WWW pada tahun
1990. Pada saat tersebut yang dipakai adalah protokol HTTP versi 0.9. Versi 0.9
ini adalah protokol transfer dokumen secara mentah, maksudnya adalah data
dokumen dikirim sesuai dengan isi dari dokumen tersebut tanpa memandang tipe
dari dokumen. Kemudian pada tahun 1996 protokol HTTP diperbaiki menjadi HTTP
versi 1.0. Perubahan ini untuk mengakomodasi tipe-tipe dokumen yang hendak
dikirim beserta enkoding yang dipergunakan dalam pengiriman data dokumen.
Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999
dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang
persisten.
[sunting]PERBEDAAN WEB 1.0, WEB 2.0 dan WEB 3.0
Web adalah suatu ruang informasi di mana
sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang
disebut Uniform Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan
untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara
garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang
merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan
internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan
untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era
Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang
tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar
membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk
saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas
online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0
yaitu :
1. Perilaku pengguna Membaca Menulis
1. Perilaku pengguna Membaca Menulis
2. Pelaku utama Perusahaan
Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server Client-server
Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML
XML
5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah
Dua arah/ Interaktif
6. Pengelolaan konten Taksonomi/direktori
Folksonomi/penanda/tag
7. Penayangan berbagai kanal informasi
Portal RSS/Sindikasi
8. Hubungan antar pengakses Tidak ada
Berjejaring
9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs
Pengguna
Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan
Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet
untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di
dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten
suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang
bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto
complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler
dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula
ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah,
ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.Konsep ini dapat
diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial
Intelegence).Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling
berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. Di web
3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan
dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan
kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah
seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah
mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi
di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS
dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat
seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju
dunia yang lebih maju.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah,
sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet
yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan
tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang
kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih
terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya
spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia
yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus
menarik napas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan,
seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa
mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan
tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia
seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada
yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah,
sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet
yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan
tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang
kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih
terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya
spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia
yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus
menarik napas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan,
seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa
mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan
tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.
Web 1.0
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Pada umumnya, Website yang dibangun dengan
menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan
RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh
Website
• XML Web-Service API
Web 3.0 / Semantic Web
Waaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand [Joh07]. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah [Tim01]. Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Waaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand [Joh07]. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah [Tim01]. Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas
dari web 3.0
• Transformation dari tmp penyimpanan
yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• Ubiquitous connectivity, memungkinkan
info diakses di berbagai media.
• Network computing,
software-as-a-service business models, Web services interoperability,
distributed computing, grid computing and
cloud computing;
cloud computing;
• Open technologies, sebagian besar
semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• Open identity, OpenID, seluruh info
adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
• The intelligent web, Semantic Web
technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application
platforms, and statement-
based datastores;
based datastores;
• Distributed databases, database
terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• Intelligent applications.
Dari seluruh sifat dan kriteria tersebut, yang
bisa dijelaskan dan masih dapat diperkirakan berhasil barulah semantic web.
(http://sioc-project.org/ )Adalah
komunitas yang berusaha mewujudkan semantic website yang tengah berjuang
membantu kita menciptakan web cerdas yang mana kelak pencarian info di internet
menjadi jauh – jauh sangat mudah. Banyak orang yang bahkan tidak tahu bahwa
istilah web 2.0 / 3.0 adalah sebuah istilah untuk konsep dan cara bekerja dari
manusia pada informasi di internet, dan bukanlah sebuah teknologi bernama 2.0
atau 3.0
[sunting]Bahasa Pemrograman Web
Bahasa pemrograman merupakan suatu teknik
instruksi standar untuk memerintah komputer. Berikut adalah penjelasan tentang
bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat suatu website:
Bahasa Pemrograman
|
Keterangan
|
HTML
|
HyperText
Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang
digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi
di dalam sebuah browser Internet.
HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan
dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa
kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan
sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat
dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox, Microsoft Internet
Explorer dll.
|
PHP
|
Personal Home Page
(PHP) adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada
waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa
sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. PHP
banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup
kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP biasanya berjalan pada sistem
operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan
hosting windows).
|
ASP
|
ASP adalah singkatan
dari Active Server Pages yang
merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang
dinamis.
ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft. ASP bekerja pada web server dan
merupakan server side scripting.
|
XML
|
Extensible
Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan
W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data.
XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun
penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja. XML merupakan
suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.
|
WML
|
WML adalah kepanjangan
dari Wireless Markup
Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi
berbasis XML (Extensible Markup Langauge). WML adalah bahasa pemrograman yang
digunakan dalam aplikasi wireless.
WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol
nirkabel.
|
PERL
|
Perl adalah
bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD,
HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS,
Windows, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.
PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.
|
CFM
|
CFM dibuat menggunakan
tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion
Studio.
Syntax coldfusion berbasis html.
|
Javascript
|
Javascript adalah
bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client.
JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan
oleh Netscape. Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita
membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan
JavaScript.
|
CSS
|
Cascading Style Sheets
(CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan
suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup.
Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat
halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya
sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan
XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
|